JAKARTA - Direktorat Jenderal Cipta Karya (CK), Kementerian PU, merencanakan membangun enam Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional, masing-masing di Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Keenam SPAM Regional itu diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan pelayanan air minum di seluruh daerah di Indonesia, khususnya di daerah kabupaten/kota yang tidak memiliki air baku yang memadai.
Keterangan itu dikemukakan Direktur Pengembangan Air Minum (PAM), Ditjen CK, Kementerian PU, Ir. Danny Sutjiono di tengah-tengah acara Konsultasi Regional (Konreg) Program Bidang Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman Tahun 2015 Region II (Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan) di Kantor Kementerian PU di Jakarta, Kamis (6/3/2014). Direktur PAM menjadi salah satu anggota tim pengarah pada acara Konreg Kementerian PU itu.
Menurut Direktur PAM, pembangunan SPAM Regional merupakan inisiasi pemerintah provinsi sebagai dasar identifikasi kebutuhan air baku masing-masing kabupaten/kota. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain adanya MOU antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat, kemudian adanya Rencana Induk SPAM dan feasibility study, AMDAL, dan perencanaan jaringan distribusi.
Pembangunan SPAM Regional, katanya, merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi terbatasnya sumber air baku yang mencukupi di beberapa kabupaten/kota, sementara di beberapa wilayah lain dalam satu provinsi terdapat potensi air baku yang cukup.
"Dalam rangka memanfaatkan potensi air baku yang dapat dipergunakan bersama dan membantu kabupaten/kota yang memiliki keterbatasan air baku, maka pengembangan SPAM Regional merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pengembangan pelayanan SPAM yang lebih efisien," kata Danny Sutjiono.
Ia menjelaskan, keenam SPAM Regional yang akan dibangun pada tahun 2015 itu adalah SPAM Regional Metro Medan di Sumatera Utara yang akan melayani air minum di Kota Medan, Kabupaten Binjai, dan Deli Serdang, dengan total kapasitas produksi 1.200 liter/detik. Kemudian SPAM Regional Pekanbaru Selatan yang meliputi wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. SPAM Regional di Provinsi Kepulauan Riau ini memiliki kapasitas produksi 200 liter/detik.
Masih di Pulau Sumatera, Ditjen CK juga akan membangun SPAM Regional Bengkulu yang dapat melayani Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Seluma, dengan kapasitas produksi sebesar 150 liter/detik. Lalu di Provinsi DIY, akan dibangun SPAM Regional Bantar yang akan meliputi wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Sleman, dengan kapasitas produksi 400 liter/detik.
Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah, akan dibangun SPAM Regional Keburejo di wilayah Kabupaten Kebumen dan Purworejo dengan kapasitas 100 liter/detik, kemudian SPAM Regional Banjar Bakula di Provinsi Kalimantan Selatan yang akan melayani kebutuhan air minum di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabyupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Kapasitas Spam Regional ini sangat besar, mencapai 1.450 liter/detik.
Danny Sutjino mengatakan bahwa pembangunan SPAM Regional juga dimaksudkan untuk menambah cakupan pelayanan air minum secara nasional yang hingga akhir tahun 2013 sudah mencapai 61,83 persen dari target proporsi penduduk terhadap sumber air minum terlindungi atau akses aman.
Pembangunan SPAM Regional, menurut Danny, diharapkan dapat mempercepat tercapainya cakupan pelayanan air minum sesuai target Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs) di akhir tahun 2015 sebesar 68.87 persen dan target sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 di sektor air minum sebesar 100 persen.
Ketersediaan air minum yang aman dan berkelanjutan, menurut Direktur PAM, amat vital dalam mendukung pembangunan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan, karena sektor air minum merupakan aspek pembangunan yang memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat.
"Hingga saat ini Ditjen Cipta Karya telah mengidentifikasi adanya kebutuhan untuk membangun 57 SPAM Regional di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa SPAM Regional sudah dalam tahap pembangunan fisik, beberapa lainnya masih dalam tahap melengkapi persyaratan, dan masih banyak lagi yang masih dalam tahap identifikasi awal," kata Danny Sutjiono.
Beberapa SPAM Regional yang sudah dan sedang dalam pembangunan di antaranya adalah SPAM Regional Wosusokas (meliputi Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Kota Solo, Karanganyar dan Sragen), SPAM Regional Bregas (wilayah Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal), dan SPAM Regional Petanglong (Kabuapten Pekalongan, Batang, dan Kota Pekalongan), SPAM Regional Purbamas (Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Banyumas).
Kemudian SPAM Regional Wononegara (Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara), SPAM Regional Semarsalat (Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga), SPAM Regional Dadimuria (Kabupaten Grobogan, Kudus, Pati dan Jepara), dan SPAM Regional Jateng-DIY yang melayani wilayah Kabupaten Magelang, Sleman dan Kota Yogyakarta.
Acara Konreg Region II (Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan) di Jakarta berlangsung selama dua hari hingga Jumat (7/3/2014), dihadiri oleh seluruh direktur di jajaran Ditjen Cipta Karya, Sekretaris BPPSPAM, para Kepala Subdit di lingkungan Ditjen Cipta Karya, para Kepala Dinas Kimpraswil dan Kepada Bappeda pemerintah provinsi, serta Kepala Satker Provinsi di lingkungan Ditjen Cipta Karya di wilayah Jawa, Bali, NTT/NTB, dan Kalimantan.
Para peserta Konreg Ditjen Cipta Karya TA 2015, selain mendengarkan arahan mengenai Kebijakan Program Pelaksanaan Bidang Cipta Karya oleh Dirjen Cipta Karya, Imam S. Ernawi, juga akan mengikuti pembahasan Usulan Program dan Anggaran Bidang Cipta Karya TA 2015 di region II. (Rentek/Ditpam/yss)