[BENGKULU] Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bengkulu, telah memprogramkan membangun sistem pengolahan air minum (SPAM) dengan kapasitas produksi sebesar 2.000 liter per detik pada tahun 2014 mendatang guna mengatasi kebutuhanan air bersih di tiga kabupaten dan kota di daerah ini.
Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu, Edi Waluyo kepada SP, di Bengkulu, Rabu (11/9) mengatakan, sumber air baku SPAM tersebut berasal dari limpasan PLTA Musi di Kabupaten Kepahiang dengan kapasitas 15.000 liter per detik.
Namun, air lipasan tersebut yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih hanya sebesar 2.000 liter per detik.
Air yang diproduksi dari SPAM ini akan disalurkan ke tiga kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, yakni Kabapaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma untuk mengatasi kebutuhan air bersih di daerah bersangkutan
Sebab, kebutuhan air bersih masyarakat di tiga kabupaten dan kota ini, sampai sekarang belum dapat diatasi oleh PDAM masing-masing. Hal ini terjadi karena kapasitas produksi air bersih PDAM setempat masih terbatas.
Akibatnya, permintaan air bersih dari masyarakat belum dapat dilayani dengan baik. Hal ini menyebabkan jumlah warga Bengkulu yang mendapat pelayanan air bersih masih dibawah rata-rata nasional, yakni sebesar 27 persen.
"Atas pertimbangan inilah, kita membangun SPAM dengan memanfaatkan limpasan air PLTA Musi di Kabupaten Kepahiang. Untuk membangun SPAM ini dibutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar," ujarnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, DPU Provinsi Bengkulu telah membuat perencanaan (FS/DED) desain kontruksi bangunan SPAM tersebut.
Dana pembuatan desain berasal dari APBD 2013 Provinsi Bengkulu. Sedangkan pembangunan konstruksi SPAM akan dimulai pada tahun anggaran 2014.
Sementara itu, Kepala DPU Provinsi Bengkulu, Azwar Boerhan mengatakan, pembangunan SPAM di Kepahiang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun sampai tahun 2015 dengan total kebutuhan dana sekitar Rp 100 miliar.
Untuk tahap pertama pada tahun 2014, akan dialokasikan dana sebesar Rp 25 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan konstruksi bangunan SPAM. Sedangkan sisanya kebutuhan dana akan dianggarkan pada 2015.
Azwar mengatakan, jika SPAM sudah berproduksi maka masyarakat Bengkulu yang dapat menikmati pelayanan air bersih mencapai 45 persen atau diatas rata-rata nasional yang baru mencapai 35 persen.
Sebab, air yang diproduksi SPAM dapat melayani pelanggan air bersih di tiga kabupaten dan kota mencapai 25.000 sambungan rumah (SR).
Selain itu, masyarakat yang tinggal didataran tinggi di tiga kabuparen dan kota tersebut, dapat menikmati air bersih karena kapasitas produksi air bersih yang dihasilkan SPAM sebanyak 2.000 liter per detik.
Dengan demikian, jika musim kemarau masyarakat di tiga kabupaten dan kota ini tidak lagi kesulitan air bersih, seperti yang terjadi selama ini. Selain itu, air bersih tersebut juga diperuntukan untuk mengatasi kebutuhan kapal laut yang singgah di Bengkulu.
Untuk mengelolah air tersebut, Pemprov Bengkulu akan membuat perusahaan khusus guna menjual air bersih yang diproduksi SPAM tersebut.
"Jadi, air yang diproduksi SPAM Kepahiang nanti akan dikelolah oleh perusahan tersendiri diluar DPAM setempat," ujarnya.[143]
Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu, Edi Waluyo kepada SP, di Bengkulu, Rabu (11/9) mengatakan, sumber air baku SPAM tersebut berasal dari limpasan PLTA Musi di Kabupaten Kepahiang dengan kapasitas 15.000 liter per detik.
Namun, air lipasan tersebut yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih hanya sebesar 2.000 liter per detik.
Air yang diproduksi dari SPAM ini akan disalurkan ke tiga kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, yakni Kabapaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma untuk mengatasi kebutuhan air bersih di daerah bersangkutan
Sebab, kebutuhan air bersih masyarakat di tiga kabupaten dan kota ini, sampai sekarang belum dapat diatasi oleh PDAM masing-masing. Hal ini terjadi karena kapasitas produksi air bersih PDAM setempat masih terbatas.
Akibatnya, permintaan air bersih dari masyarakat belum dapat dilayani dengan baik. Hal ini menyebabkan jumlah warga Bengkulu yang mendapat pelayanan air bersih masih dibawah rata-rata nasional, yakni sebesar 27 persen.
"Atas pertimbangan inilah, kita membangun SPAM dengan memanfaatkan limpasan air PLTA Musi di Kabupaten Kepahiang. Untuk membangun SPAM ini dibutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar," ujarnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, DPU Provinsi Bengkulu telah membuat perencanaan (FS/DED) desain kontruksi bangunan SPAM tersebut.
Dana pembuatan desain berasal dari APBD 2013 Provinsi Bengkulu. Sedangkan pembangunan konstruksi SPAM akan dimulai pada tahun anggaran 2014.
Sementara itu, Kepala DPU Provinsi Bengkulu, Azwar Boerhan mengatakan, pembangunan SPAM di Kepahiang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun sampai tahun 2015 dengan total kebutuhan dana sekitar Rp 100 miliar.
Untuk tahap pertama pada tahun 2014, akan dialokasikan dana sebesar Rp 25 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan konstruksi bangunan SPAM. Sedangkan sisanya kebutuhan dana akan dianggarkan pada 2015.
Azwar mengatakan, jika SPAM sudah berproduksi maka masyarakat Bengkulu yang dapat menikmati pelayanan air bersih mencapai 45 persen atau diatas rata-rata nasional yang baru mencapai 35 persen.
Sebab, air yang diproduksi SPAM dapat melayani pelanggan air bersih di tiga kabupaten dan kota mencapai 25.000 sambungan rumah (SR).
Selain itu, masyarakat yang tinggal didataran tinggi di tiga kabuparen dan kota tersebut, dapat menikmati air bersih karena kapasitas produksi air bersih yang dihasilkan SPAM sebanyak 2.000 liter per detik.
Dengan demikian, jika musim kemarau masyarakat di tiga kabupaten dan kota ini tidak lagi kesulitan air bersih, seperti yang terjadi selama ini. Selain itu, air bersih tersebut juga diperuntukan untuk mengatasi kebutuhan kapal laut yang singgah di Bengkulu.
Untuk mengelolah air tersebut, Pemprov Bengkulu akan membuat perusahaan khusus guna menjual air bersih yang diproduksi SPAM tersebut.
"Jadi, air yang diproduksi SPAM Kepahiang nanti akan dikelolah oleh perusahan tersendiri diluar DPAM setempat," ujarnya.[143]